International Journal of Medicinal Herbs and Food Security
https://jdpl.fisip.unand.ac.id/index.php/jdpl
<p>International Journal of Medicinal Herbs and Food Security is a peer-reviewed open access journal that addresses the challenge of agriculture 4.0, global food and health security. It publishes articles within the field of food security research as well as Medicinal Herbs, with a particular focus on research related to agriculture 4.0 that may inform more sustainable agriculture and food systems that better address local, regional, national and/or global food, nutritional and health insecurity. The journal considers cutting-edge contributions across the breadth of relevant academic disciplines, including agricultural, ecological, environmental, nutritional, socio-economic sciences, public health and policy, medicinal plants, and herbs, renewable energy, waste, as well as engineering and information and technology. The scope of the journal includes, but is not limited to: Agricultural and environmental sciences, engineering, renewable energy, information and technology, genetics and systems ecology; Animal husbandry; fisheries science and plant science; Global change; biodiversity; climatology and abiotic stresses; Food technology and balancing agricultural outputs across food; feed; fiber; fuel and biofuel; medicinal plants; Herbs; Economics; food chemistry; information sciences and decision theory; Strategies for the implementation of new policies and practices; Public health in relation to the condition of food and nutritional security; Advance in Natural Medicines; Herbs; and Traditional Medicines; The pioneering advances in research reported in International Journal of Medicinal Herbs and Food Security which lies within the interest of Agriculture & Food Security together with the Medicinal Herbs, have far reaching implications both for the developing world and for sustainability in the developed world. The published articles are accessible not only to researchers, but are also of special interest to the wider community of farmers, development and public health workers, policy makers and the general public.</p>LPPM Universitas Andalasen-USInternational Journal of Medicinal Herbs and Food SecurityAnalisis Personal Branding Dalam Kampanye Pilpres 2024 : Studi Deskriptif Pada Akun Instagram Capres
https://jdpl.fisip.unand.ac.id/index.php/jdpl/article/view/543
<p>Branding tidak hanya diterapkan pada produk, tetapi juga pada individu melalui konsep <em>personal branding</em>. Dalam konteks demokrasi, terutama pemilihan umum, personal branding menjadi strategi penting bagi kandidat untuk memperoleh dukungan publik. Berbagai media digunakan, mulai dari alat peraga konvensional hingga media sosial. Namun, Instagram menjadi salah satu platform utama karena mampu menjangkau audiens luas, khususnya generasi muda.</p> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi personal branding calon presiden 2024 di Indonesia melalui akun Instagram resmi mereka. Dengan metode deskriptif, penelitian ini menelaah konten aktivitas dan program tiga capres: Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo.</p> <p>Hasil analisis menunjukkan perbedaan pendekatan. Prabowo Subianto menampilkan citra “gemoy” yang menarik pemilih muda sekaligus menggambarkan kedekatan dengan semua kalangan. Anies Baswedan menekankan citra intelektual, religius, dan humanis, serta menunjukkan kedekatan dengan keluarga. Ganjar Pranowo menampilkan diri sebagai pemimpin merakyat (<em>wong cilik</em>), aktif berbaur dengan masyarakat, serta menonjolkan pengalaman dua periode sebagai gubernur.</p> <p>Kesimpulannya, ketiga capres memanfaatkan Instagram sebagai sarana personal branding dengan karakter berbeda. Dari hasil analisis, strategi Prabowo Subianto dinilai paling efektif dalam menarik perhatian publik, terutama generasi muda.</p>Irwan Irwan PrayitnoSyahfitri Purnama
##submission.copyrightStatement##
2025-10-192025-10-197291101Kontribusi Program Sister City yang Dilakukan Oleh Indonesia dan Korea Selatan Terhadap Hubungan Bilateral Antara Kedua Negara
https://jdpl.fisip.unand.ac.id/index.php/jdpl/article/view/544
<p>Dalam dinamika hubungan internasional kontemporer yang semakin kompleks, aktor subnasional seperti pemerintah daerah memainkan peran yang semakin signifikan dalam mendukung diplomasi negara melalui jalur non-formal. Program <em>sister city</em> merupakan salah satu bentuk kerja sama paradiplomasi yang mengedepankan kolaborasi lintas negara dalam bidang budaya, pendidikan, teknologi, ekonomi kreatif, dan tata kelola pemerintahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kerja sama tersebut mampu mendorong pertukaran budaya dan pemahaman antar masyarakat, memperkuat kapasitas kelembagaan di tingkat lokal, serta mendukung pencitraan positif Indonesia di mata komunitas internasional. Selain itu, inisiatif ini juga menjadi saluran diplomasi publik dan <em>soft power</em> yang memperluas jejaring antar aktor subnasional sekaligus memperkuat diplomasi formal antar negara. Kendati demikian, efektivitas program <em>sister city</em> masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan koordinasi antara pusat dan daerah, pendekatan <em>top-down </em>yang dominan, serta kurangnya strategi implementasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pelibatan aktif masyarakat sipil, serta penguatan kerangka kelembagaan sangat diperlukan untuk menjadikan kerja sama paradiplomasi sebagai instrumen strategis dalam hubungan bilateral Indonesia–Korea Selatan.</p>Rakhmayanti Dewi
##submission.copyrightStatement##
2026-01-292026-01-297210211410.25077/jdpl.7.2.102-114.2025Dinamika Demokrasi Indonesia Pasca Pemilu 2024 : Tinjauan Terhadap Konfigurasi Politik PDIP dan PKS
https://jdpl.fisip.unand.ac.id/index.php/jdpl/article/view/545
<p><span style="font-weight: 400;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Sebenarnya, Pemilu 2024 adalah gambaran atas dinamika demokrasi elektoral Indonesia di tengah krisis potensi yang kian ditiru. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang selama dua periode mendominasi eksekutif dan legislatif, kini harus menentukan posisi politiknya di tengah penurunan dukungan elektoral di basis tradisionalnya. Pilihan antara berada di lingkar kekuasaan melalui kompromi atau mundur ke barisan oposisi untuk memulihkan citra ideologis, menjadi suatu dilema yang cukup serius. Demikian pula Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terjadi di persimpangan tengah jalan; antara bertahan sebagai konsistensi yang sejauh ini menjadi mesin perlawanan atau bergabung ke perdamaian dengan kalkulasi pragmatis tatkala mengamankan sumber daya politiknya. Dengan demikian, tulisan ini mengkaji dinamika tersebut melalui analisis teori oposisi, teori tidak rasional, serta politik patronase yang menjelaskan betapa cairnya garis oposisi oposisi dan lingkungan dalam politik Indonesia pasca-reformasi. Hasil analisis yang ditampilkan, hakikatnya konfigurasi politik PDIP dan PKS pasca Pemilu 2024, menjadi salah satu aspek krusial pada kualitas demokrasi Indonesia. Jika kedua partai ini bersatu dalam kondisi besar, maka ruang oposisi yang substantif akan menyempit, dan turut serta menambah </span></span></span><em><span style="font-weight: 400;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">check and balance</span></span></span></em><span style="font-weight: 400;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dalam prosedur demokrasi. Oleh karena itu, pergeseran politik PDIP dan PKS tidak sebatas strategi kekuasaan, justru pertaruhan masa depan demokrasi Indonesia di bawah bayang-bayang kekuasaan rezim Prabowo-Gibran.</span></span></span></p>Bapthista Mario Yosryandi SaraSafrizal Rambe
##submission.copyrightStatement##
2026-03-062026-03-067211513210.25077/jdpl.7.2.115-132.2025Strategi Kelompok Difabel DIY dalam mendorong Pemilu Inklusif: Studi Kasus Pilkada di DIY 2024
https://jdpl.fisip.unand.ac.id/index.php/jdpl/article/view/542
<p>This research aims to identify the strategies of disabled groups to promote inclusive elections in the 2024 regional elections in DIY. Disabled groups tend to receive stigma and are associated with the stereotype of being a second-class society, lacking the same abilities as the majority of the population. Disabled groups, as part of the citizenry, are entitled to equal political rights. This research is a qualitative study with a case study approach. The data collection for this research was conducted through in-depth interviews and literature studies. The research results show that accessibility is still a challenge in realizing inclusive elections. The strategies employed by disabled groups to promote inclusive elections in the 2024 regional elections in DIY include collective actions such as community-based campaigns and socialization, political pressure, and litigation-based advocacy</p>Abdurrahman DarojatKrisna SujiwaDikdik Baihaqi Arief
##submission.copyrightStatement##
2026-03-222026-03-227213315010.25077/jdpl.7.2.133-150.2025