Jurnal Demokrasi dan Politik Lokal
https://jdpl.fisip.unand.ac.id/index.php/jdpl
<p style="text-align: justify;">Jurnal Demokrasi dan Politik Lokal (Journal of Democracy and Local Politics) is a peer reviewed Journal which managed and published by the Political Science Department, Faculty of Social and Political Sciences, Andalas University. Recently Jurnal Demokrasi dan Politik Lokal is registered with <a href="https://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1552392812&1&&" target="_blank" rel="noopener">electronic ISSN / E-ISSN 2721-3730</a> and<a href="https://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1552376938&1966&&" target="_blank" rel="noopener"> print ISSN / P-ISSN 2656-5439</a>. This journal contains research and analysis dedicated to give a better understanding of political issues and aims to provide alternatives in political studies such as topic about ;</p> <ul style="text-align: justify;"> <li class="show">Democracy and globalization,</li> <li class="show">Political party and election studies,</li> <li class="show">Politics and government,</li> <li class="show">Public policy,</li> <li class="show">Feminism,</li> <li class="show">Islam and politics,</li> <li class="show">Defense studies and politics,</li> <li class="show">Local politics and development.</li> </ul> <p style="text-align: justify;">All papers will be process with blind reviewed and published twice a year (April and October). Jurnal Demokrasi dan Politik Lokal is accredited by <a href="https://drive.google.com/file/d/1S8HAT6Mra5-R0VHh1GxqAohHhlm-OKqo/view" target="_blank" rel="noopener">The Ministry of Education, Culture, Research and Technology of Indonesia and indexed in Science and Technology Index (SINTA) 4.</a> Journal template is available <a href="https://drive.google.com/file/d/1qdouJoIsJWCpW0VBT2GypyPnz-9etNOo/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">here</a>.</p>Jurusan Ilmu Politik, FISIP, Universitas Andalasen-USJurnal Demokrasi dan Politik Lokal2656-5439Analisis Personal Branding Dalam Kampanye Pilpres 2024 : Studi Deskriptif Pada Akun Instagram Capres
https://jdpl.fisip.unand.ac.id/index.php/jdpl/article/view/543
<p>Branding tidak hanya diterapkan pada produk, tetapi juga pada individu melalui konsep <em>personal branding</em>. Dalam konteks demokrasi, terutama pemilihan umum, personal branding menjadi strategi penting bagi kandidat untuk memperoleh dukungan publik. Berbagai media digunakan, mulai dari alat peraga konvensional hingga media sosial. Namun, Instagram menjadi salah satu platform utama karena mampu menjangkau audiens luas, khususnya generasi muda.</p> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi personal branding calon presiden 2024 di Indonesia melalui akun Instagram resmi mereka. Dengan metode deskriptif, penelitian ini menelaah konten aktivitas dan program tiga capres: Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo.</p> <p>Hasil analisis menunjukkan perbedaan pendekatan. Prabowo Subianto menampilkan citra “gemoy” yang menarik pemilih muda sekaligus menggambarkan kedekatan dengan semua kalangan. Anies Baswedan menekankan citra intelektual, religius, dan humanis, serta menunjukkan kedekatan dengan keluarga. Ganjar Pranowo menampilkan diri sebagai pemimpin merakyat (<em>wong cilik</em>), aktif berbaur dengan masyarakat, serta menonjolkan pengalaman dua periode sebagai gubernur.</p> <p>Kesimpulannya, ketiga capres memanfaatkan Instagram sebagai sarana personal branding dengan karakter berbeda. Dari hasil analisis, strategi Prabowo Subianto dinilai paling efektif dalam menarik perhatian publik, terutama generasi muda.</p>Irwan Irwan PrayitnoSyahfitri Purnama
##submission.copyrightStatement##
2025-10-192025-10-197291101Kontribusi Program Sister City yang Dilakukan Oleh Indonesia dan Korea Selatan Terhadap Hubungan Bilateral Antara Kedua Negara
https://jdpl.fisip.unand.ac.id/index.php/jdpl/article/view/544
<p>Dalam dinamika hubungan internasional kontemporer yang semakin kompleks, aktor subnasional seperti pemerintah daerah memainkan peran yang semakin signifikan dalam mendukung diplomasi negara melalui jalur non-formal. Program <em>sister city</em> merupakan salah satu bentuk kerja sama paradiplomasi yang mengedepankan kolaborasi lintas negara dalam bidang budaya, pendidikan, teknologi, ekonomi kreatif, dan tata kelola pemerintahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kerja sama tersebut mampu mendorong pertukaran budaya dan pemahaman antar masyarakat, memperkuat kapasitas kelembagaan di tingkat lokal, serta mendukung pencitraan positif Indonesia di mata komunitas internasional. Selain itu, inisiatif ini juga menjadi saluran diplomasi publik dan <em>soft power</em> yang memperluas jejaring antar aktor subnasional sekaligus memperkuat diplomasi formal antar negara. Kendati demikian, efektivitas program <em>sister city</em> masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan koordinasi antara pusat dan daerah, pendekatan <em>top-down </em>yang dominan, serta kurangnya strategi implementasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pelibatan aktif masyarakat sipil, serta penguatan kerangka kelembagaan sangat diperlukan untuk menjadikan kerja sama paradiplomasi sebagai instrumen strategis dalam hubungan bilateral Indonesia–Korea Selatan.</p>Rakhmayanti Dewi
##submission.copyrightStatement##
2026-01-292026-01-297210211410.25077/jdpl.7.2.102-114.2025Dinamika Demokrasi Indonesia Pasca Pemilu 2024 : Tinjauan Terhadap Konfigurasi Politik PDIP dan PKS
https://jdpl.fisip.unand.ac.id/index.php/jdpl/article/view/545
<p><span style="font-weight: 400;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Sebenarnya, Pemilu 2024 adalah gambaran atas dinamika demokrasi elektoral Indonesia di tengah krisis potensi yang kian ditiru. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang selama dua periode mendominasi eksekutif dan legislatif, kini harus menentukan posisi politiknya di tengah penurunan dukungan elektoral di basis tradisionalnya. Pilihan antara berada di lingkar kekuasaan melalui kompromi atau mundur ke barisan oposisi untuk memulihkan citra ideologis, menjadi suatu dilema yang cukup serius. Demikian pula Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terjadi di persimpangan tengah jalan; antara bertahan sebagai konsistensi yang sejauh ini menjadi mesin perlawanan atau bergabung ke perdamaian dengan kalkulasi pragmatis tatkala mengamankan sumber daya politiknya. Dengan demikian, tulisan ini mengkaji dinamika tersebut melalui analisis teori oposisi, teori tidak rasional, serta politik patronase yang menjelaskan betapa cairnya garis oposisi oposisi dan lingkungan dalam politik Indonesia pasca-reformasi. Hasil analisis yang ditampilkan, hakikatnya konfigurasi politik PDIP dan PKS pasca Pemilu 2024, menjadi salah satu aspek krusial pada kualitas demokrasi Indonesia. Jika kedua partai ini bersatu dalam kondisi besar, maka ruang oposisi yang substantif akan menyempit, dan turut serta menambah </span></span></span><em><span style="font-weight: 400;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">check and balance</span></span></span></em><span style="font-weight: 400;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dalam prosedur demokrasi. Oleh karena itu, pergeseran politik PDIP dan PKS tidak sebatas strategi kekuasaan, justru pertaruhan masa depan demokrasi Indonesia di bawah bayang-bayang kekuasaan rezim Prabowo-Gibran.</span></span></span></p>Bapthista Mario Yosryandi SaraSafrizal Rambe
##submission.copyrightStatement##
2026-03-062026-03-067211513210.25077/jdpl.7.2.115-132.2025